SYARAT & RUKUN WAJIB UMROH

Urutan Rukun Umroh Pengertian dan Bedanya dengan Rukun Haji

 

Pengertian umroh adalah ziarah yaitu menziarahi Kakbah dan melakukan thawaf di sekelilingnya. Dikutip dari perpustakaan digital UIN Walisongo yang mengambil dari buku Fiqih Praktis karya Al Habsi dkk, pengertian umroh berlanjut dengan sa'i dan tahalul.Anjuran melaksanakan umroh disebutkan dalam beberapa ayat Al Quran, salah satunya Al Baqarah ayat 158

إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ ٱلْبَيْتَ أَوِ ٱعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Arab latin: Inna-afā wal-marwata min sya'ā`irillāh, fa man ajjal-baita awi'tamara fa lā junāa 'alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taawwa'a khairan fa innallāha syākirun 'alīm


Artinya: "Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui."

 

dari buku Fiqih Umroh yang ditulis Muhammad Ajib, Lc, MA, hukum umroh berbeda di antara para imam mahdzab. Mahdzab Syafi'i dan Hambali berpendapat umroh hukumnya wajib bagi yang mampu. Muslim yang punya kemampuan dilarang menunda pelaksanaan umroh.

Sedangkan mahzab Hanafi dan Maliki berpendapat hukum umroh adalah sunnah bagi yang mampu. Para muslim yang mampu namun menunda umroh tidak berdosa. Sedangkan yang melakukannya akan mendapat pahala. Penerapan ini mirip dengan hukum sunnah dalam ibadah lain.

Terlepas dari perbedaan tersebut, umroh cukup dilakukan satu kali meski tidak dilarang jika menerapkannya beberapa kali. Hal ini dijelaskan dalam kitab Al Majmu Syarh Al Muhadzdzab karta Imam An Nawawi.

Berikut rukun umroh penjelasan, dan bedanya dengan haji

A. Rukun umroh


1. Ihram dan berniat memulai umroh
Ihram adalah memakai pakaian tidak berjahit dan tidak mengenakan penutup kepala bagi laki-laki. Bagi perempuan, ihram adalah memakai pakaian apa saja asal menutup aurat dan dilarang mengenakan penutup muka serta kaos tangan.

Setelah ihram, jamaah wajib berniat umroh dan mengambil miqat di tempat yang ditentukan. Pengambilan miqat untuk jamaah Indonesia biasanya di Bir Ali, Dzul Hulaifah dan Tan'im. Setelah ihram, jamaah wajib menjauhi semua larangan yang ditentukan.

2. Tawaf
Rukun kedua ini adalah hawaf adalah mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali. Putaran dimulai di Hajar Aswad dengan arah melawan jarum jam. Sehingga saat thawaf, Kakbah selalu berada di sebelah kiri jamaah.

Doa yang dibaca saat tawaf bebas sesuai harapan tiap muslim. Setalah selesai mengelilingi Kakbah disunnahkan salat di belakang Maqam Ibrahim. Saat tawaf, jamaah dilarang berdesak-desakan atau mengganggu orang lain.

3. Sa'i
Di rukun yang ketiga ini, jamaah umroh berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwa. Sa'i sebaiknya dilakukan bersambung dengan tidak diselingi ngobrol, ke kamar mandi, atau kegiatan lain.

4. Tahallul
Usai thawaf dan sa'i, jamaah wajib menutup umroh dengan tahallul. Di tahap ini, jamaah mencukur sebagian rambut. Jamaah pria biasanya ada yang memilih botak, sedangkan wanita memilih mencukur sedikit rambut di balik hijab.

5. Tertib
Tiap jamaah wajib melakukan semua rukun umroh sesuai urutan, tanpa ada yang terlewat. Semua kegiatan dilakukan dengan tenang, antri, tanpa mengganggu ibadah dan kenyamanan jamaah lain.

B. Rukun umroh dan haji apa bedanya?


Haji adalah ibadah wajib bagi muslim yang telah mampu. Mereka yang menunda padahal sudah bisa melakukannya dianggap dosa, berbeda dengan umroh yang menjadi ibadah sunnah.

Rukun haji beda dengan umroh meski sekilas terlihat sama. Perbedaannya adalah kewajiban hadir di Padang Arafah di waktu yang telah ditentukan. Yaitu mulai tergelincir matahari pada tanggal 9 bulan haji/Djulhijah sampai terbit fajar tanggal 10 bulan haji/Djulhijah.

Berikut rukun haji :

1. Ihram
2. Hadir di Padang Arafah
3. Tawaf
4. Sa'i
5. Tahallul
6. Tertib.


Mengenal Syarat dan Rukun Umroh yang Perlu Diketahui Umat Islam

 

Umroh dikenal sebagai haji kecil, Umroh merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan kepada orang-orang yang mampu. Sebagaimana yang ada dalam Al-Quran Surat Al Baqarah ayat 196 yang artinya,

 

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umroh karena Allah.”

Seperti ibadah pada umumnya, dalam melaksanakan ibadah umrah terdapat syarat dan rukun yang perlu diketahui umat Islam.

Syarat dan Rukun Umroh yang Perlu Diketahui Umat Islam

Secara bahasa, umrah memiliki arti berkunjung ke suatu tempat. Sementara secara istilah, umrah berarti melaksanakan serangkaian ibadah di (Baitullah) Ka'bah, terutama di Masjidil Haram.

Adapun syarat-syarat dalam melaksanakan ibadah umrah sebagaimana yang tertulis dalam buku Ensiklopedia Fikih Indonesia: Haji & Umrah karangan Ahmad Sarwat, Lc, M.A (2019: 281).

  1. Beragama Islam
  2. Berakal
  3. Balig (berakal sehat dan dewasa)
  4. Merdeka
  5. Mampu
  6. Wanita Harus ada Mahram
  7. Wanita Tidak dalam Masa Iddah.

 

Arti Umroh Menurut Bahasa yang Harus Dipahami Umat Muslim

Umroh merupakan ibadah di Baitullah yang bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Arti umroh menurut bahasa adalah ziarah.Menurut ulama Hanafi dan Maliki, umroh hukumnya sunnah.

Allah SWT menjadikan Baitullah sebagai tempat untuk dikunjungi umat Islam di seluruh dunia pada setiap tahunnya. Dalam QS. Al Baqarah ayat 125 Dia berfirman:

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ


Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud" (QS. Al Baqarah: 125).

Dikutip dari buku Fiqh Ibadah oleh Zaenal Abidin, umroh menurut bahasa artinya ziarah. Sedangkan menurut syara', umroh adalah menziarahi ka'bah, melakukan tawaf di sekelilingnya, bersa'i antara Shafa dan Marwah dan mencukur atau menggunting rambut dengan cara tertentu dan dapat dilaksanakan setiap waktu.

Dalil Landasan Haji bagi Umat Islam
Dalam QS. Al Baqarah ayat 196, Allah SWT telah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk menyempurnakan ibadah haji dan umroh karena-Nya.

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ

Arab-latin: Wa atimmul-hajja wal-'umrata lillah

Artinya: "Dan sempurnakan lah ibadah haji dan umroh karena Allah." (QS. Al Baqarah: 196).

Haji dan umroh merupakan ibadah yang dilakukan di Tanah Suci Makkah. Perbedaan keduanya terletak pada waktu dan pelaksanaannya. Haji hanya bisa dilakukan pada bulan haji yakni bulan Dzulhijjah.

Sedangkan umroh bisa dilakukan sewaktu-waktu. Adapun Abu Hanifah berpendapat, umroh makruh dilakukan pada 5 hari yakni Arafah, Idul Adha, dan tiga hari Tasyriq.

Tata cara umroh juga berbeda dengan ibadah haji. Berikut tata cara umroh dilansir dari situs Kemenag.

1. Miqat di Masjid Dzulhulaifah atau Abyar 'Ali

Miqat adalah tempat memakai ihram dan berniat umroh. Miqat terletak di Madinah. Miqat dilakukan dengan mandi, mengenakan pakaian ihram, berwudhu dan mengerjakan sholat sunnah ihram 2 rakaat lalu dilanjutkan dengan niat.

Adapun bacaan niat umroh sebagai berikut:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بِعُمْرَةِ

Arab-latin:Labbaika Allahumma bi 'Umrah

Artinya: "Aku sambut panggilan-Mu ya Allah dengan umrah."

Setelah melakukan ihram, baik pria maupun wanita harus memperhatikan larangan berikut:

Larangan bagi pria:

- memakai pakaian biasa
- memakai alas kaki yang menutupi mata kaki
- menutup kepala dengan peci, topi, dan sebagainya

Larangan bagi wanita:

- memakai kaos tangan
- menutup muka

Larangan bagi pria dan wanita:

- memakai wangi-wangian
- memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut atau bulu
- memburu atau mematikan binatang apa pun
- menikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi
- bermesraan atau berhubungan intim
- mencaci, bertengkar atau mengeluarkan kata-kata kotor
- memotong tanaman di sekitar Mekkah

2. Menuju Masjidil Haram dan melalukan salat tahiyatul masjid sebanyak 2 rakaat

Dalam perjalanan menuju Masjidil Haram dari miqat sebaiknya memperbanyak bacaan talbiyah yang diucapkan Rasulullah SAW ketika umroh dan haji. Adapun bacaannya sebagai berikut:

لَبَّیكَ الّلهُمَّ لَبَّیكَ، لَبَّیكَ لاشَریكَ لَكَ لَبَّیكَ، إنَّ الْحَمدَ وَ النِّعمَةَ لَكَ وَ الْمُلكَ، لاشَریكَ لَكَ لَبَّیكَ

Arab-latin: Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syariika laka labbaik

Artinya: "Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu ya Allah dan tiada sekutu bagiMu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, serta kekuasaaan hanya bagi-Mu tanpa sekutu apapun bagi-Mu."

3. Thawaf dan persiapannya

Sebelum masuk Masjidil Haram, jamaah dianjurkan berwudhu dan masuk lewat pintu mana saja. Nabi Muhammad SAW biasanya masuk lewat pintu Babus Salam atau Bani Syaibah. Begitu memasuki masjidil haram dianjurkan untuk membaca doa.

Selanjutnya, jamaah bisa menuju tempat thawaf atau mataf. Jamaah mulai thawaf dari garis lurus dekat Hajar Aswad, antara pintu Kabah dan tanda lampu hijau di lantai atas Masjidil Haram.

Setiba di rukun Aswad, jemaah disunahkan menyentuhnya, beristilam dan menciumnya jika memungkinkan, dengan tanpa menyakiti dan melukai orang lain saat berdesakan di dekat Hajar Aswad.

Jika tidak memungkinkan menyentuh Hajar Aswad, jemaah bisa beristilam dengan melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad. Jika hal itu juga tidak memungkinkan, cukup menghadapkan badan ke Ka'bah memberi isyarat dengan tangan dan mengecupnya dengan mengucapkan "Bismillahi Allahuakbar."

4. Sholat di Makam Ibrahim

Setelah thawaf disunahkan melaksanakan sholat dua rakaat di belakang makam Ibrahim atau tempat manapun di Masjidil Haram kemudian berdoa di Multazam.

Setelah jemaah selesai melaksanakan salat sunah thawaf, dan berdoa di Multazam, jemaah disunahkan minum air Zamzam yang diambil dari tempat yang telah disediakan di galon atau kran air Zamzam kemudian berdoa.

5. Sa’i

Sa’i dalam umroh dimulai dari Safa ke Marwah yang dihitung sebagai satu kali perjalanan. Sa’i berakhir di Marwah yang bisa dilakukan dengan berjalan, tapi pada batas di antara dua lampu hijau berlari-lari kecil.

Ibadah sa’i adalah penghargaan Allah SWT kepada istri Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang bolak-balik mencari air untuk putranya Nabi Ismail.

Saat melakukan sai disunahkan dengan berjalan kaki bagi yang mampu, boleh juga menggunakan kursi roda atau skuter matic bagi yang udzur. Adapun dalam melakukan sai ini, jamaah disunnahkan suci dari hadats dan berturut-turut selama tujuh putaran.

6. Tahallul

Terakhir adalah melakukan tahallul, yakni bercukur/memotong rambut kepala. Bagi jamaah laki-laki dapat mencukur gundul atau memotong sebagian rambut kepala sambil membaca doa mencukur rambut.

Sedangkan perempuan cukup dengan sebagian rambut kepala minimal tiga helai.

Adapun jamaah yang botak, cukup menempelkan pisau cukur atau gunting di kepala sebagai isyarat mencukur rambut. Setelah tahallul, maka terbebaslah semua larangan-larangan dalam ihram dan berakhirlah rangkaian umroh.

Nurain Travel ~ copyright © 2019 Powered by Blogger